Anggota Pramuka MTsN Kota Bogor Raih Penghargaan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Barat

Jurnalaksara.com – Sebanyak delapan anggota Pramuka gugus depan (Gudep) 01.045 -01.046 pangkalan MTs Negeri Kota Bogor kembali menoreh piagam penghargaan sebagai Pramuka Garuda tahun 2020 dari Kwartir daerah gerakan Pramuka Jawa Barat.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Ketua Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Bogor Utara Enjum Sumarna, S.Pd, MM beberapa waktu lalu.
Pramuka Garuda putra diraih oleh Jaka Muda Surya Manggala, Reza Alifa dan Denni Prasaja Atma Yuda. Sementara untuk Pramuka Garuda putri antara lain Eysa Aulia Ramadani, Luthfia Hasanah, Sarah Ardelia, Siti Nabila Ramadani Nasution dan Zaskia Ahmad.
“Alhamdulillah, kami mengirimkan delapan anggota Pramuka dan semuanya terpilih lolos menjadi anggota Pramuka Garuda,” kata pembina Pramuka MTs Negeri Kota Bogor Yusuf Hidayat, M.pd.I saat dikonfirmasi di sekolahnya, Jl. Achmad Sobana, Tegal Gundil, Kota Bogor, Selasa (23/3).
Lebih lanjutnya dikatakan, sebenarnya banyak anggota Pramuka di MTs Negeri kota Bogor yang berkeinginan mengikuti serangkaian kegiatan seleksi menjadi Pramuka Garuda, karena masa pandemi ada yang di izinkan oleh orang tuanya ada yang tidak.
“Sebelum kami memberitahukan kepada orang tua, apakah putra putrinya di izinkan atau tidak. Jika tidak di izinkan kami pun tidak bisa memaksakan,” ujarnya.
Menurutnya, di dalam Pramuka Garuda ada persyaratan-persyaratan khusus salah satunya pengumpulan portofolio, pengisian SKU maupun SKK dan yang sangat penting yaitu kemampuan atau keterampilan skill individu masing-masing anggota Pramuka, terlebih didalam kegiatan keagamaan dan sosial.
“Biasanya kendal untuk menjadi Pramuka Garuda salah satunya adalah SKU atau portofolio yang kurang lengkap,” ungkapnya.
Ia berpesan kepada Pramuka Garuda MTs Negeri kota Bogor agar menjadi diri sendiri dan dapat memanfaatkan ilmu yang sudah dimiliki, khususnya didalam kepramukaan dan umumnya didalam masyarakat.
“Jangan sampai menjadi anggota Pramuka Garuda tetapi ilmu yang dipelajari tidak dimanfaatkan. Hal itu sama saja tidak memiliki kepribadian yang baik, karena ‘Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan’ itulah motto menjadi diri sendiri agar kita bisa bermanfaat bagi orang lain,” harap Yusuf Hidayat. (boy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *