MANGEMEN KOPI DAONG ” MOHON MAAF” MISS KOMUNIKASI & INFORMASI

jurnalaksara.com-Adanya informasi yang tidak pas serta komunikasi yang tidak utuh menyebabkan kejadian yang dialami, Sabtu (24/4) kemarin.
Pihak management secara tulus dan ikhlas telah menyikapi kejadian itu dengan perbaikan kedepanya.Bahkan mewakili managemen KOPI DAONG,Prasetyon meminta maaf pada kalayak luas.
” Saat kejadian itu kebetulan saya sedang berada di Malang .Lalu menerima informasi dari staf karyawan dia langsung kembali memuji Bogor” terang Prasetyo yang akrab dipanggil Pras.
Menurutnya hubungan yang baik telah dijalankan sejak awal usaha ini dirintis tahun 2017 lalu.
” Tidak ada permasalahan dengan aturan pemerintah daerah maupun pemerintah desa, cuma karena miss informasi pada hari sabtu itu ,memang banyak pengunjung yang non muslim datang lebih awal yakni pukul 14.00 yg notabene pengunjung berasal dari Jakarta. Mereka telah jauh datang terus mereka hanya diijinkan masuk setelah pukul 16.00 itupun juga masih harus menunggu persiapan untuk prepare ,sebelum menikmati hidangan. Sebetulnya mereka terlihat penuh kekecewaan juga menunggu jam buka ,karena non muslim yang tidak berpuasa. Melihat situasi tersebut,Tim operasional mengijinkan masuk,hal dan kondisi tersebut ternyata menjadi kurang baik dan terjadilah miss komunikasi atas kejadian kemarin itu” jelas Prasetyo.

Dijelaskan dia pula
hubungan pemerintah desa Pancawati maupun MUI desa Pancawati dengan KOPI DAONG sangatlah baik dan terbina, beberapa kali synergy dalam mengadakan berbagai kegiatan.
Kalaupun ada hal yang tidak baik biasanya mereka komunikasikan secara baik melalui by phone.
Terlalu jauh kalau mereka melakukan sidak, karena biasanya mereka komunikasikan dengan baik jika ada hal yg tdk berkenan melalui kepala desa maupuk sekdes, begitu juga MUI biasannya melalui ketua atau sekretaris MUI ada komunikasi sebelumnya
Jika penting dan mendasar biasanya memberikan teguran secara lisan, kalaupun tidak diindahkan biasannya mereka memanggil secara pribadi” tambah Prasetyo.

Serapan dan pengaruh ekonomi desa Pancawati sejak ada KOPI DAONG,cukup terasa oleh warga,dimana kami memang ingin turut membangkitkan ekonomi desa ini.
Konsep KOPI DAONG adalah warung kopi atau kedai kopi dgn 150 pekerja lokal yang mencoba mengais rejeki dari keberadaan kita.Jelas warung kopi ini bisa menghidupi karyawan dan keluarga karyawan, begitu juga dengan warga setempat yg terlibat dalam perpakiran sekitar 80 -100 orang yg dipekerjakan secara bergilir oleh pengelola parkir dalam hal ini desa melalui ketua RW. Kita ketahui bersama saat ini dimasa pandemi orang bekerja saja kesulitan memenuhi kebutuhan hidup apalagi yang tidak memiliki pekerjaan hanya mengantungkan pada parkir.
Selain itu sisi bisnis kita pelaksanaan buka usaha di bulan Ramadhan ini bahkan tentu ini bisa dinilai tidak ekonomis dimana kunjungan turun drop hingga tersisa 20%. Dari sisi keuangan secara operational sudah minus dan tidak layak untuk dibuka karena pada akhirnya owner harus bridging mengeluarkan dana menutupi minus bulan Ramadhan ini. Hal lainnya jika yakni managemen ada beban THR yang mau tidak mau bebannya bertambah 2 x lipat. Artinya pertimbangan manajemen tetap membuka adalah karena pertimbangan belas kasihan pada karyawan kalau mau diberhentikan atau dikurangi pada bulan Ramadhan karena tanggung jawab mereka pada keluarga juga sangat besar. Kami mengambil langkah tetap masuk dan mereka tetap bekerja dgn volume pekerjaan yg jauh berkurang supaya mereka ada harapan di Hari Raya” ujar dia.

Perlu diketahui KOPI DAONG ini mayoritas muslim karyawannya ,adapun karyawan yg taat menjalankan kewajiban agama dan tanggung jawab terhadap keluarga. Seperti halnya Islam adalah Rahmatan lil Alamin, seperti halnya dalam kaidah Sufi orang Islam itu seperti langit dan bumi. langit tetap menurunkan hujan tanpa melihat orang baik atau orang jahat, yang menikmati, orang muslim maupun orang non muslim tetap semua mendapatkan percikannya, orang beragama maupun belum beragama semua memiliki kesempatan yang sama. Begitu juga bumi yang selalu kita pijak, tidak membedakan manusia mana yg boleh berpijak padanya karena begitulah Islam yg Rahmatan Lil Alamin menjaga kehidupan di bumi ini” imbuh dia.
( Agusbagja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *