106 views

Peringati Hari Pahlawan, Bangun Karakter Melalui Seni dan Budaya

Jurnalaksara.com – Raden Saleh Sjarif Bustaman atau yang biasa dikenal dengan sebutan Raden Saleh, lahir di Semarang sekitar tahun 1807 dan wafat di Bogor pada 23 April 1880 memilik karya lukisan yang mendunia.
Selain itu dia juga nasionalis, budayawan dan sajarawan. Salah satu mahakarya yang terkenal yaitu lukisan Pangeran Diponegoro. Lukisan tersebut menggambarkan bahwa Raden Saleh tidak menyukai dengan penindasan.

“Raden Saleh merupakan pejuang melalui bakat melukis, bukan hanya populer di tanah air melainkan di mancanegara,” kata kepala bidang (Kabid) sekolah dasar Disdik Kota Bogor, Maman Suherman, saat menghadiri peringatan hari pahlawan dan jelang hari pohon sedunia bertemakan ‘Bincang-bincang sastra bernuansa nilai-nilai kepahlawanan’ bertempat di Saung Budaya Makam Raden Saleh, Jalan Pahlawan/Gang Rd. Saleh, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Selasa (10/11).

Maman mengisahkan momen penting pada 28 Oktober 1928 dimana para pemuda bersatu dengan kebinekaan berbagai suku, budaya dan agama. Tetapi dirinya bingung dengan fenomena dinamika berbangsa dan bernegara saat ini, terutama dikalangan generasi muda yang sangat senang dengan tawuran, narkoba, dan lain sebagainya.
Ia menilai mereka (generasi muda, red) sudah keluar dari semangat sumpah pemuda. Ini menandakan moral sedang krisis. Melalui kegiatan seperti ini bagaimana kita membangkitkan kembali semangat rasa nasionalisme dan patriotisme?.
Menurutnya, untuk meminimalisir moral yang tidak baik maka perlunya diadakan lomba melukis maupun sastra agar generasi muda penerus bangsa bisa melahirkan Raden-Raden Saleh di Kota Bogor.
“Dengan lomba melukis dan sastra serta diadakannya kajian-kajian ilmiah diharapkan dapat membangun karakter generasi muda dan kegiatan seperti ini jangan sampai hilang dan terus berkesinambungan,” ujarnya.
Ditempat yang sama Kepala Bidang Eknonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor Iis Ustiah mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh sastrawan dan budayawan Bogor.
Salah satu tugas Disparbud yaitu melestarikan budaya dan Raden Saleh merupakan warisan budaya. Disparbud akan terus memberikan perhatian kepada juru pemelihara dan rencananya akan dibuatkan gapura Raden Saleh.
“Dengan kegiatan ini semoga bisa memberikan motivasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda untuk terus berkarya,” tuturnya.

Sementara, sastrawan dan budayawan Bogor, Rd. Ace Sumanta didampingi Ketua Forum Sastra Bogor, Rida Nurdiani mengatakan semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat dan pemangku budaya berjibaku untuk membangun seni budaya yang baik dalam rangka menuju kepada kebudayaan yang berkeadaban.
“Ini yang kita harapkan untuk bisa menguatkan karakter pendidikan etika dan agama. Karena halusnya agama sama dengan halusnya dunia kesenian,” pungkasnya.

Kedepannya, untuk menumbuhkan rasa keperdulian kepada generasi muda terhadap seni budaya, baik budaya moderen maupun budaya tradisional, sastrawan dan budayawan Bogor berencana akan mengadakan lomba melukis tentang Raden Saleh pada Pebruari mendatang.

Reporter  : Boy

Redaktur : yudi S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *