101 views

Plt Kepala Kemenag Kota Bogor Buka Sosialisasi Bantuan Pembelajaran Daring (PBD) Pesantren

Jurnalaksara.com – Plt Kepala Kementerian Agama Kota Bogor H. Dede Supriatna membuka acara Sosialisasi Bantuan Pembelajaran Daring (PBD) Pesantren pada Masa Pandemi Covid-19 tahun anggaran 2020, di Aula Kankememenag Kota Bogor, Senin(14/09).

Membuka sambutannya Dede menghaturkan beribu terima kasih atas kehadiran para pimpinan pondok pesantren yang ada di Kota Bogor.

Plt Kepala menyatakan bahwa Kantor Kemenag mempunyai tugas dan fungsi mengawal Pendidikan agama dan keagamaan, pemerintah berupaya bahwa pondok pesantren pun harus mendapat perhatian apalagi pondok pesantren mempunyai legalitas yang sama dengan lembaga lembaga lainnya, hal ini sejalan dengan undang undang 18 tahun 2019 memperkuat kalangan sarung, kalangan santri, kalangan pondok pesantren untuk sama sama berkiprah di bidang Pendidikan dakwah dan pemberdayaan umat.

Ia menjelaskan sesuai keputusan Dirjen Pendis Nomor : 1247 tahun 2020 bahwa Bantuan Pembelajaran Daring (BPD) pesantren diberikan oleh pemerintah untuk dukungan dalam pelaksanaan daring di pesantren, bantuan pembelajaran daring ini diberikan kepada pesantren yang aktif menyelenggarakan kegiatan pembelajaran dan terdaftar pada Kementerian Agama yang dibuktikan dengan nomor statistik Lembaga, untuk Kota Bogor sejumlah 54 pondok pesantren dari 144 pondok pesantren yang diusulkan.

Walaupun tidak besar tapi mudah mudahan menjadi stimulan pemberi semangat dikalangan pesantren untuk terus menjalankan fungsi tarbiyahnya, fungsi dakwahnya, juga fungsi pemberdayaan umatnya.

“Di dalam juklak juknis diterangkan penggunaan anggaran bantuan ini, disamping tepat sasaran, tepat guna, tepat pemanfaatan juga tepat pelaporan Dana BPD pesantren ini disalurkan secara langsung (LS) ke rekening lembaga penerima BPD pesantren.
Setelah pencairan harus membuat laporan penggunaan bantuan meliputi rekap penggunaan bantuan, rincian penggunaan bantuan dan foto/dokumen lain,” terangnya.

Dede juga berharap bantuan yang diberikan bermanfaat dalam mendukung pesantren untuk melaksanakan pembelajaran secara daring.

“Intinya niatkan untuk ibadah dan manfaatkan sesuai juklak serta perlu kami tegaskan bahwa bantuan ini tidak ada pungutan dan potongan, silahkan laporkan bila ada oknum yang melakukan potongan atau pungutan,” tandasnya. (Humas Kamenag/Rijal)

Redaktur  : Yudi Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *