59 views

Sempat Berlakukan Pembelajaran Tatap Muka, MTs Miftahussalam Kembali BDR

Kepala MTs Miftahussalam Drs. Waskito Sulaiman

Jurnalaksara.com – Kepala MTs Miftahussalam mengungkapkan bahwa pihaknya tidak bisa memaksakan siswanya untuk melakukan kegiatan proses pembelajaran melalui metode daring di tengah pandemi Covid-19. Pasalnya, tidak semua siswa serta orang tua memiliki sarana yang bisa mengakses internet.

“Belajar dari rumah ini, kita menyadari dan memahami keluhan orang tua siswa tentang beratnya membeli kuota dan keterbatasannya kepemilikan handphone. Maka, kita berupaya bagaimana siswa bisa tetap belajar tetapi orang tua siswa tidak terbebani,” kata Kepala MTs Miftahussalam Drs. Waskito Sulaiman di sekolahnya, Jalan Garuda, Kelurahan Pasir Muya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jum’at (18/9).

Pihaknya mempersilahkan bagi siswa yang tidak bisa melakukan pembelajaran secara daring. Maka, siswa masih bisa tetap belajar dengan menggunakan metode luring yaitu dengan cara wali kelas mengirimkan tugas kepada perwakilan siswa dan dibagikan ke siswa yang lain.
Ia mengatakan pada awal Agustus madrasah mencoba untuk melakukan kegiatan pembelajaran secara tatap muka meski durasinya hanya satu jam tiga puluh menit secara bergilir mengikuti aturan pemerintah dimana dalam satu kelas hanya lima puluh persen atau maksimal dua puluh orang serta mematuhi standar protokol kesehatan.

“Pembelajaran tatap muka ini sudah berlangsung selama satu pekan. Karena wilayah Pasir Mulya termasuk zona merah Covid-19, sehingga pembelajaran itu kita hentikan dan siswa kembali belajar di rumah hingga sampai saat ini masuk pada penilaian tengah semeter ganjil,” tuturnya.

Lanjutnya, sistem tesnya kita persiapkan soal-soal sesuai dengan jadwal, kemudian kita bagikan ke siswa perhari tiga mata pelajaran. Jadi, setiap siswa menggambil soal untuk hari besok dan hari besok datang kembali sekaligus menyerahkan hasil kerja yang kemarin dan menggambil soal untuk hari esoknya lagi. Nantinya hasil PTS kita serahkan kepada orang tua siswa.
Diakuinya, dari 15 mata pelajaran masih banyak siswa yang mengalami kesulitan didalam mengerjakan atau mengisi soal-soal sebab ada materi-materi yang harus mendapatkan penjelasan seperti matematika, ilmu pengetahuan alam atau bahasa Arab, tetapi siswa hanya membaca teks saja.

“Penilaian tengah semeter Ini berlangsung sejak 14 sampai 18 September, sekaligus mengukur sejauh mana tingkat kemampuan siswa belajar melalui daring maupun luring,” pungkasnya.

Reporter : Boy
Redaktur : Yudi Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *