BOGOR. Jurnalaksara.com, – Bogor dikenal sebagai kota pusaka sains dan rumah bagi banyak lembaga penelitian serta riset terkemuka di Indonesia sejak era kolonial Belanda, khususnya di bidang pertanian, biologi, dan perkebunan. Pusat riset utama meliputi Kawasan Sains Teknologi BRIN di Cibinong, PPKS Unit Bogor (ex-Pusat Penelitian Bioteknologi), serta berbagai pusat penelitian perkebunan di Jalan Taman Kencana.
Lembaga Penelitian dan Riset Utama di Bogor, anatara lain Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), memiliki Kawasan Sains Teknologi Dr. (H.C) Ir. H. Soekarno di Cibinong (Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan). Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Unit Bogor, terletak di Jl. Taman Kencana No. 1, berfokus pada penelitian bioteknologi dan bioindustri. Lembaga Penelitian Perkebunan: Pusat penelitian yang berakar dari zaman Belanda (sejak 1901), termasuk fokus pada teh dan karet. Animalium : Pusat riset dan edukasi hewan pertama di Indonesia yang diresmikan oleh BRIN. PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN): Anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara, yang bergerak di riset tanaman perkebunan.
Sejarah panjang Bogor sebagai pusat riset dimulai sejak berdirinya enam lembaga penelitian pertanian pada tahun 1901, menjadikannya kota dengan fondasi keilmuan yang kuat, terutama didukung oleh Kebun Raya Bogor dan kehadiran berbagai perguruan tinggi, boleh jadi kemudian belakangan Bogor dikenal sebagai “Kota Sains”..
Memang, Bogor dikenal sebagai pusat penelitian dan ilmu pengetahuan terkemuka di Indonesia, terutama dalam bidang biologi, pertanian, perkebunan dan kehutanan. Kebun Raya Bogor menjadi pusat sejarah penelitian biologi, sementara IPB University dan berbagai lembaga penelitian (termasuk unit BRIN) menempatkan kota ini sebagai “Rumah Lembaga Penelitian”.
Lembaga Penelitian Penting di Bogor
Kebun Raya Bogor, Lembaga ilmiah tertua di Indonesia, menjadi cikal bakal berbagai penelitian botani dan biologi. Treub Laboratorium: Laboratorium bersejarah di Kebun Raya Bogor yang dulunya merupakan pusat penelitian penyakit tanaman dan militer Belanda. IPB University (Baranangsiang & Dramaga): Pusat riset pertanian dan biosains terkemuka. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN): Memiliki berbagai pusat penelitian di Bogor, termasuk kawasan KKB (Kawasan Kebun Botani) Kusnoto. Instalasi Rumah Kaca Laladon (BRMP Tanah dan Pupuk) fokus pada penelitian tanah dan pupuk. IP2SIP Muara Bogor: Fasilitas penelitian padi (miniatur pertanian kota).SIG Laboratory: Laboratorium swasta (One Stop Laboratory Services) di Taman Yasmin. Selain itu sejumlah Lembaga penelitian lainya tersebar disejumlah lokasi seperti di Kawasan Cimanggu (Cikeumeuh), Kawasan Bosbow Gunung Batu Kota Bogor dan lain-lain.

Sejak jaman Kolonial Belanda, Bogor merupakan rumah bagi banyak lembaga penelitian dan riset, terutama yang berfokus pada bidang botani, pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan dan lingkungan.
Pemerintah Hindia Belanda, memilih Buitenzorg (Bogor) sebagai kota untuk keperluan penelitian dan riset, karena ketersediaan lahan dan air yang di wilayah ini lebih dari cukup.
Beberapa lembaga penting di Bogor berdiri diawali dibentuknya sLands Plantentuin (Kebun Raya Bogor), lembaga berfungsi sebagai pusat riset dan konservasi tumbuhan tropis. Selain itu IPB University dengan berbagai pusat penelitian di bawah naungan Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) dan Lembaga Riset Internasional (LRI).
Lembaga-lembaga penelitian dan riset menurut sejarahnya telah ada dan eksis sejak era pemerintahan Hindia Belanda. Oleh karenanya keberadaan lembaga penelitian dan riset di Bogor tentunya telah memberikan manfaat besar, mulai dari pendidikan dan konservasi hingga pengembangan teknologi dan inovasi yang mendukung daya saing dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Lembaga-lembaga ini juga berperan dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) periset, penyediaan fasilitas riset, dan penguatan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan industri untuk menghadapi tantangan. (Samhudi Tanara dari berbagai sumber)

