Mengenal Masjid Agung Al-Isra Kota Bogor

BOGOR. Jurnalaksara.com, – Seperti tata letak kota jaman dahulu, tempat ibadah, pasar dan gedung pemerintahan biasanya dibangun di lokasi yang strategis, seperti alun-alun sebagai pusat kota. Salah satu contohnya bisa kita liat pada Masjid Agus Al-Isra yang berada di Kota Bogor.

Masjid ini beralamat lengkap di Jl. Nyi Raja Permas No.1, RT.04/RW.06, Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat. Letaknya berdampingan dengan Stasiun Bogor dan Pasar Anyar yang menjadi salah satu pasar tertua di Kota Bogor.

Posisinya yang strategis membuat masjid ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat Ibadah, namun juga sebagai pusat pemberdayaan umat, pusat ekonomi, dan pusat peradaban Islam di Kota Bogor. Selain itu, untuk menuju Masjid ini pengunjung dimudahkan dengan adanya Jembatan Penghubung yang menghubungkan antara Masjid Agung Al-Isra dengan Pasar Anyar.

Sejarah Masjid Agung Al-Isra
Masjid Agung Al-Isra pertama kali dibangun pada tahun 1987 di masa pemerintahan Wali Kota Bogor, Ir. Muhammad. Masjid ini dibangun atas inisiatif dan keinginan dari para tokoh Islam Kota Bogor untuk membangun sebuah masjid megah yang terletak di pusat kota megah dan berdampingan dengan pusat ibadah lain.

Seiring berjalannya waktu, jumlah jamaah di masjid ini terus mengalami peningkatan tiap tahunnya. Hingga akhirnya pada tahun 2016 Masjid Agung Al-Isra direnovasi selama tujuh tahun dan selesai pada tahun 2023. Renovasi Masjid ini menghabiskan dana sekitar Rp 113 miliar.

Proses pembangunan dimulai pada tahun 2016 dengan Dinas Wasbangkim sebagai penanggung jawab, menggunakan bantuan anggaran dari Pemprov Jawa Barat sebesar Rp 12,6 miliar untuk pembongkaran dan pembangunan struktur, yang direalisasikan sebesar Rp 9 miliar. Pada tahun 2017 kegiatan pembangunan terhenti, dan pembangunan baru dilaksanakan kembali pada tahun 2018 dengan anggaran Rp 8,6 miliar untuk struktur lanjutan.

Pada tahun 2019, dilakukan kajian struktur oleh Puslitbang Kementerian PUPR. Kemudian, pada tahun 2020, tanggung jawab pembangunan dialihkan ke Dinas PUPR Kota Bogor dengan nilai Rp 5,5 miliar, mencakup review DED, perbaikan struktur, finishing lantai, dan sistem drainase.

Pada tahun 2021, total anggaran mencapai Rp 30,9 miliar untuk pekerjaan struktur, arsitektur, dan enamel. Lalu, pada tahun 2022 pembangunan menghabiskan anggaran sebesar Rp 25,8 miliar untuk struktur, pasar, interior, dan ME. Terakhir, di tahun 2023, dengan anggaran Rp 33,1 miliar, fokus pada finishing pasak dan interior.

Walaupun renovasi telah selesai dilakukan pada tahun 2023, namun peresmian masjid ini baru dilakukan pada 28 Maret 2024. Peresmian Masjid Agung Al-Isra dilakukan oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya, Ketua ICMI Pusat, Arif Satria, serta para warga yang memadati area masjid untuk menyaksikannya.

Tidak hanya itu, acara peresmian Masjid Agung Al-Isra juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, Sekda Kota Bogor, Syarifah Sofiah dan jajaran kepala perangkat daerah Pemkot Bogor, serta pimpinan Forkopimda Kota Bogor.

Dalam acara peresmian Bima Arya menegaskan, bahwa Masjid Agung Al-Isra harus berfungsi sebagai tempat pemersatu dan jembatan bagi umat di Kota Bogor. Masjid ini diharapkan dapat menghubungkan antara yang mampu dengan dhuafa, serta menyatukan berbagai latar belakang nasab. Selain itu, masjid ini akan menjadi sumber berkah rahmatan lil alamin untuk Kota Bogor dan Indonesia.

Didirikan pada tahun 1987, Masjid Agung Al-Isra ini mengalami renovasi besar-besaran mulai tahun 2016 hingga 2023 dengan total anggaran mencapai Rp 113 miliar. (dari berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *