Mengenal Seameo Biotrop

BOGOR. Jurnalaksara.com, – Southeast Asian Regional Centre for Tropical Biology (SEAMEO BIOTROP) adalah lembaga riset regional di bawah Organisasi Menteri Pendidikan Asia Tenggara (SEAMEO) yang didirikan pada 6 Februari 1968 dan berkantor pusat di Kota Bogor. Mandat utamanya adalah melakukan penelitian, pelatihan, dan diseminasi (penyebaran) informasi di bidang biologi tropika untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan mengelola keanekaragaman hayati di Asia Tenggara.

Lembaga ini berfokus pada upaya penelitian, pendidikan, dan peningkatan kesadaran masyarakat terkait biologi tropika dan perubahan iklim melalui program-program unggulan, seperti “Save Biodiversity” (Selamatkan Keanekaragaman Hayati)

Fungsi dan Kegiatan Utamanya Adalah melakukan penelitian di bidang biologi tropika untuk memahami dan mengatasi tantangan lingkungan, seperti degradasi ekosistem. Mengadakan pelatihan dan seminar untuk meningkatkan keahlian dan pengetahuan sumber daya manusia di bidang biologi tropika. Menyebarluaskan hasil-hasil penelitian dan informasi terkait biologi tropika melalui berbagai publikasi dan program pendidikan.

Kota Bogor dipilih sebagai kantor pusat SEAMEO BIOTROP karena pada saat itu di Bogor terdapat banyak lembaga biologi tropis ternama, seperti Kebun Raya Bogor, Herbarium Bogoriense, Laboratorium Treub, dan Museum Zoologi. Selain itu, Bogor merupakan pusat kegiatan ilmiah di bidang pertanian, tempat berdirinya Balai Penelitian Kehutanan, Balai Penelitian Pertanian, Balai Penelitian Perkebunan, Balai Penelitian Peternakan, Balai Penelitian Perikanan Darat, Balai Penelitian Tanah, dan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Program dan Fokus Unggulan:

SEAMEO BIOTROP memiliki program-program unggulan yang berfokus pada pengelolaan keanekaragaman hayati, termasuk :

  • Save Biodiversity for Future Generations : Mempromosikan penyelamatan keanekaragaman hayati.
  • Biodiversity Ranking and Database from Mountain to Ocean: Mengembangkan peringkat dan basis data keanekaragaman hayati.
  • Agro-eco-edu-tourism: Pengembangan ekowisata berbasis pertanian.
  • School of Ecology, Biodiversity, and Aquatic: Pendidikan dan penelitian ekologi, biodiversitas, dan lingkungan akuatik.
  • Climate, Energy, and Environment Literacy on Biodiversity: Meningkatkan literasi tentang perubahan iklim dan lingkungan.

Menurut sejarahnya SEAMEO BIOTROP didirikan berdasarkan keputusan Konferensi SEAMEO Ketiga di Singapura, 6 – 9 Februari 1968 silam, dengan nama Regional Centre for Training, Research and Post Graduate Study in Tropical Biology. Usulan pembentukan BIOTROP didasarkan rekomendasi Tim Kelayakan dan Satuan Tugas yang dibentuk pada tahun 1967 untuk mempertimbangkan empat usulan Indonesia yang diajukan pada Konferensi SEAMEC Kedua di Manila 25 – 28 November 1966.

Rapat Dewan Pertimbangan Kedua BIOTROP diselenggarakan di Bandung, Indonesia pada tanggal 30 September – 2 Oktober 1968 menyepakati nama baru BIOTROP, yaitu SEAMEO Regional Center for Tropical Biology yang disingkat SEAMEO BIOTROP.

Melalui program Agro-Edu-Wisata (Agro-Eco-Edu Tourism – AEET), SEAMEO BIOTROP membuka kesempatan kepada masyarakat umum untuk berkunjung dan belajar mengenai konservasi keanekaragaman hayati. Terdapat lima prototipe yang telah dikembangkan, yaitu taman Lebah Tanpa Sengat, Taman Akuatik, Taman Sensori dan Terapi, Smart Hidroponik, dan BIOTROP Science and Technology Expo. (Samhudi Tanara dari berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *