Nomor Satu di Dunia, XYLARIUM BOGORIENSE

BOGOR. Jurnalaksara.com, – Indonesia ternyata memiliki Xylarium,  atau bahasa umumnya perpustakaan kayu. Perpustakaan ini ternyata keberadaannya nomor satu di dunia. Adalah Xylarium Bogoriense, demikian nama perpustakaan tersebut dan dikelola oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Hasil Hutan, Kementerian Kehutanan berkedudukan di Kota Bogor.  Perpustakaan khusus ini mendokumentasikan keragaman jenis kayu di Indonesia, yang sangat bermanfaat untuk ilmu pengetahuan dan penelitian.

Perpustakaan kayu yang telah berusia lebih dari satu abad ini, kini telah mengelola koleksi lebih dari 206.000 spesimen kayu dari berbagai jenis, menjadikannya pusat rujukan utama untuk penelitian kayu di Indonesia dan di dunia

Jumlah koleksi kayu di Xylarium Bogoriense pada tahun 2018 lalu masih nomor 4 di dunia dengan 67.864 spesimen.  Berkat sinergi dengan Kemenristekdikti, LIPI, Perguruan Tinggi, pelaku usaha dan industri perkayuan, pemerintah provinsi, masyarakat dan pihak terkait lainnya jumlah spesimen kini telah berhasil  mencapai angka lebih dari dua ratus ribu spesimen.

Didirikan pada tahun 1915 oleh pemerintah kolonial  Belanda, kini Xylarium Bogoriense dikelola oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan (P3HH) Kementerian Kehutanan, berkedudukan di Jln Gunung Batu Kota Bogor dulu dikenalnya sebagai KAMPUS BOSBOW.

Sejarah mencatat bahwa Xylarium Bogoriense didirikan pada tahun 1914 (atau 1915) oleh pemerintah kolonial  Belanda bernama Proefstation voor het Boschwezen. Adapun tujuan didirikannya Xylarium Bogoriense  sebagai pusat penelitian, pendidikan, dan pengembangan ilmu pengetahuan tentang kayu, termasuk identifikasi anatomi dan kualitas kayu.

Menurut data di Kementerian Kehutanan, pada Juli 2018, Xylarium Bogoriense menempati peringkat keempat perpustakaan kayu di dunia dengan koleksi 67.864 spesimen kayu. Belanda (Leiden) menduduki urutan pertama dengan 125.000 spesimen, diikuti Amerika Serikat (Laboratory USDA) dengan 105.000 spesimen dan Belgia (thr Royal Museum of Central Africa) dengan 69.000 spesimen.

Xylarium ini berkembang seiring dengan lembaga induknya, yang kemudian menjadi Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan, dan saat ini dikelola oleh Puslitbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan. Xylarium Bogoriense diakui secara internasional dan tercatat dalam Index Xylariorum (Daftar Koleksi Kayu Dunia) sejak edisi pertama tahun 1957, menjadikannya satu-satunya xylarium di Indonesia yang tercatat dan menjadi rujukan utama penelitian kayu di Indonesia menurut IAWA (International Association of Wood Anatomists).

Xylarium Bogoriense juga sudah tercatat dalam Index Herbariorum Indonesianum  Tahun 2006. Xylarium Bogoriense 1915 merupakan peringkat ke-3 di dunia dengan jumlah koleksi 34.301 sampel kayu yang tergabung dalam 110 suku (famili), 675 marga (genus) dan 3667 species (jenis).

Xylarium Bogoriense menjadi tempat belajar bagi mahasiswa dan peneliti untuk memahami anatomi dan kualitas kayu.  Koleksi spesimen kayu yang lengkap menjadi acuan penting dalam penelitian ilmiah tentang jenis-jenis kayu di Indonesia.  Xylarium Bogoriense adalah pusat rujukan untuk identifikasi anatomi dan kualitas kayu. 

Perpustakaan kayu ini mendokumentasikan keragaman jenis kayu di Indonesia, yang sangat bermanfaat untuk ilmu pengetahuan dan penelitian. Kini perpustakaan ini mengelola koleksi lebih dari 206.000 spesimen kayu dari berbagai jenis, menjadikannya pusat rujukan utama untuk penelitian kayu di Indonesia dan dunia.  (Samhudi Tanara dari berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *